Hari ini, Windy mau nge-share tentang
ghibah nih! Baca ya, enjoy it akhi ukhti...
Belakangan, sering bermunculan gossip gossip disekitar kita. Kalo
ada segelintir orang yang suka banget nyari-nyari kesalahan orang, atau
ngurusin kehidupan orang (ikut campur), well-- sejujurnya mereka cuma wasting
time.
Pernah enggak kita bertanya ke diri kita apa kita termasuk bagian
dari orang-orang itu?
Well... Sejujurnya, kadang kita sendiri enggak ngerasa kalo kita
itu tuh suka nyampurin urusan orang, ngegosipin orang, dkk. Bahkan kadang,
mungkin tanpa kita sadar; itu berdampak buruk bagi orang yang kita omongin. Dan
kadang, ngomongin orang itu bisa bikin presepsi lain di orang-orang. Misalnya;
saya ngegosip sama si A, bisa aja si A nangkepnya lain.
Ghibah itu emang enak, obrolan seru banget gitu kayaknya. Eh, sebentar... Tunggu dulu nih! Apa kita sudah benar-benar tau apa itu ghibah?
Apa aja kerugiannya kalo kita Ghibah?
Ini kerugian dan dosanya secara agama ya... :)
1. Rasulullah SAW bersabda :
Ghibah itu emang enak, obrolan seru banget gitu kayaknya. Eh, sebentar... Tunggu dulu nih! Apa kita sudah benar-benar tau apa itu ghibah?
Ghibah adalah menyebutkan sesuatu
yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu
disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya,
hatinya, ahlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam.
Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu
dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.
Apa aja kerugiannya kalo kita Ghibah?
Ini kerugian dan dosanya secara agama ya... :)
1. Rasulullah SAW bersabda :
“Ghibah itu
lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya,” Bagaimana ghibah lebih
keras daripada zina, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang
telah berzina, kemudian bertaubat dan Alah mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak
akan diampuni Allah, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.”
2. Rasulullah SAW
bersabda :
“Ketika aku di-mi’raj-kan aku melewati suatu kaum yang memiliki
kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah
dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai
Jibril?”
Jibril menjawab, “Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging menusia
serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain.” (HR. Abu Daud)
3. QS. An-Nur – 19
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita)
perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi
mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu
tidak mengetahui.”
Gimana nih caranya ngehindarin diri buat enggak
ngegosip?
1.
"Bayangin perasaan orang yang diomongin sama kita"
Coba aja bayangin, rasanya kita diomongin sama orang lain. Terus
udah gitu, gossipnya agak melenceng dan itu tentang gossip yang jelek-jelek.
Terus, reputasi kita jadi jelek dimata orang lain.
2.
"Ngerasa hidupnya udah paling bener ya sampe harus ngurusin hidup orang
lain?"
Harusnya ya kita urusin aja hidup kita sendiri dulu, toh, hidup
kita juga pasti masih banyak yang harus diperbaiki kan?! Sikap kita enggak yang
paling bener kan sehingga berhak ngejudge tingkah laku orang lain? Nah, ayo
biasain lah enggak usah ngurusin "dapur" orang lain. Penting banget.
Coba aja tanya ke diri sendiri dulu, "apa kita udah pasti lebih baik
daripada dia yang kita gosipin?"
Ngerasa kita paling sempurna, enggak kan? :)
3. Kalo
emang tingkah orang lain itu jelek atau salah, ya enggak usah diumbar2 ke
orang-orang lah.
Yang penting, ambil aja
pelajaran dari situ. Kita enggak boleh bersikap kayak dia; karena tindakan dia
itu salah.
4. Kalo
emang ngerasa ada masalah, better to talk directly.
Ngapain diomongin dibelakang?
Orang yang kita tuju juga enggak bakal tau letak kesalahannya dimana. Yang ada,
dengan ngomongin dia dibelakang, nambah-nambahin dosa aja -__-
5.
Banyak-banyak istighfar.
Yakinin ngomongin orang
dibelakang dengan niat yang enggak baik itu sudah jelas hukumnya dalam agama.
Dan, gimanapun juga, bisa aja Allah ngebales perbuatan kita :) mendingan kalo ngumpul bareng temen, sharing tentang diri
sendiri aja. Lebih bermanfaat, kan? :)
6. Lebih baik engkau diam daripada menyakiti orang lain.
Daripada banyak ngomong + gosip dan nyakitin orang yang digosipin, mending kita diem aja... :) Kalo enggak salah, ini ada Hadits nya, tapi saya lupa hadits nya bunyinya gimana dan siapa yang meriwayatkan.
6. Lebih baik engkau diam daripada menyakiti orang lain.
Daripada banyak ngomong + gosip dan nyakitin orang yang digosipin, mending kita diem aja... :) Kalo enggak salah, ini ada Hadits nya, tapi saya lupa hadits nya bunyinya gimana dan siapa yang meriwayatkan.
Gimana nih respon kita seharusnya kalo
diterpa gosip miring?
1. Diemin aja.
Kadang, emang
suka panas juga sih ngedengerin omongan orang lain tentang kita yang
jelek-jelek atau bahkan kadang enggak sesuai sama kenyataan + suka
ditambah-tambahin. Emang enggak enak jadi pihak yang diomongin kayak gitu.
Tapi, kalo emang kita enggak ngerasa sejelek itu, ya buat apa marah-marah
responnya?
2. Sabar.
Allah suka
orang-orang sabar kan?! Kadang, dengan adanya gosip-gosip kayak gitu, mungkin
Allah mau kita lebih berhaati-hati dalam bertindak. "Enggak akan ada
percikan kalo enggak ada apinya" itu emang bener. So, mari kita lebih
berhati-hati dalam bertindak untuk menghindarkan diri dari fitnah.
3. Tanggepin semuanya dengan senyum.
Mungkin
kayaknya daritadi saran-saran saya emang cuma gampang diomongin dan nerapin
dalam kehidupan aslinya tuh susah banget. Tapi, dengan gosip-gosip itu,
sebenernya itu tabungan amal buat kita.
Ngebales
kejahatan sama kejahatan emang diperbolehkan, tapi lebih baik ngebales
kejahatan dengan kebaikan, kan?!
Enggak
perlu jahat sama orang yang ngejahatin kita, pokoknya harus tetep baik.
Mudah-mudahan dengan begitu, dia jadi malu sama perbuatannya.
Mau orang bilang apa, yang
penting; yang tau kebenarannya kita dan Allah kan?! Apa yang lebih baik dari
dipercaya sama Allah?
4. Kata Mario teguh : "Cara
menyenangkan orang yang membenci kita, adalah merespon kebencian mereka dengan
ketidak sukaan."
Ya,
pada intinya balik lagi ke yang tadi. Diemin aja, nanti dia juga capek sendiri.
5. Jadiin mereka pelajaran buat
kita.
Ngomongin orang itu enggak baik. Dan biasanya, kalo kita udah ngerasain yang namanya diomongin itu enggak enak dan sakit; kita jadi mawas diri kalo lagi mau ngomongin orang. Kita lebih bisa membayangkan enggak enaknya diposisi yang diomongin itu. Ya, kan?!
6. Doakan dia yang menggosip
Mintalah ampunan diri kepada Allah apabila yang dikatakannya tentang kita adalah benar, dan mintalah ampunan untuknya apabila yang dikatakannya adalah tidak benar. Mudah-mudahan Allah memberikan ampunan dan hidayahnya kepada kita semua.
Ngomongin orang itu enggak baik. Dan biasanya, kalo kita udah ngerasain yang namanya diomongin itu enggak enak dan sakit; kita jadi mawas diri kalo lagi mau ngomongin orang. Kita lebih bisa membayangkan enggak enaknya diposisi yang diomongin itu. Ya, kan?!
6. Doakan dia yang menggosip
Mintalah ampunan diri kepada Allah apabila yang dikatakannya tentang kita adalah benar, dan mintalah ampunan untuknya apabila yang dikatakannya adalah tidak benar. Mudah-mudahan Allah memberikan ampunan dan hidayahnya kepada kita semua.
Kapan ghibah itu dibolehin?
Diantaranya...
1. Dalam hal penganiayaan. Orang yang dianiaya boleh mengadukan orang yang menganiayanya kepada penguasa atau orang yang mempunyai kekuasaan atau kemampuan untuk menyadarkan orang yang melakukan tindakan aniaya tersebut. Misalnya orang yang dianiaya itu mengatakan, “Si fulan telah menganiaya saya dengan cara demikian”.
Tapi ya, kalo enggak ada sangkut pautnya sama kita, ya ngapain ngurusin -__-
2. Dalam hal minta nasihat.
Misalnya seseorang berkata kepada orang lain yang dianggap bisa memberi nasihat, “Saya dizhalimi oleh ayah, saudara, suami saya atau oleh seseorang, lantas bagaimana sebaiknya?”. Ini diperbolehkan jika memang hal tersebut diperlukan untuk mengatasi masalahnya. Dengan TIDAK ADA MAKSUD MENJELEK-JELEKKAN orang tersebut.
Misalnya seseorang berkata kepada orang lain yang dianggap bisa memberi nasihat, “Saya dizhalimi oleh ayah, saudara, suami saya atau oleh seseorang, lantas bagaimana sebaiknya?”. Ini diperbolehkan jika memang hal tersebut diperlukan untuk mengatasi masalahnya. Dengan TIDAK ADA MAKSUD MENJELEK-JELEKKAN orang tersebut.
3. Membicarakan kebaikan seseorang!
Nah, ini baru boleh, karena membicarakan kebaikan enggak menimbulkan masalah apa-apa -__- Yang ada kita bikin orang bahagia karena kebaikannya dikenang orang.
4. Menegur secara terang-terangan kepada orang yang telah menampakkan kefasikan atau perbuatan bid’ahnya, misalnya teguran kepada peminum khamr, orang yang merampas harta orang lain, orang yang menerapkan kebatilan, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, diperbolehkan menyebut keburukan seseorang yang ditampakkannya secara terang-terangan, namun tidak diperbolehkan menyebutkan aib orang tersebut yang tidak ditampakkannya.
Namun, yang
biasanya terjadi di kita itu kan; enggak ada sangkut pautnya sama kita... Tetep
aja ngomongin -__- Ngegosip bareng temen, wasting time. Udah gitu mending
ngomonginnya tentang yang baik-baik; ini mah kadang apaan yang diomongin.
Tentang keburukan orang lain; parahnya, kadang belum jelas kebenarannya.
Apalagi, yang
paling parah kalo kita suka ngumbar-ngumbar kebencian atau ketidak sukaan di
twitter, dan lain-lain. Ya emang sih, suka-suka orang yang nulis. Tapi kadang
kan, kalo ngeliat tweet kayak gitu, orang yang padahal mah enggak dituju jadi
ikut-ikutan ngerasa. Lagian, nulis kayak gitu enggak bagus. Dinilai orang lain
bisa jadi jelek loh nama kita... misal;
"Cantik-cantik
tapi kok suka ngomongin kejelekan orang lain. Turn off deh..."
"Pas
ketemu langsung sih baik, tapi kok twitternya suka ngebenci-benci orang..."
You are what
you write :"
Lebih baik,
kalo enggak nyaman atau enggak suka sama tingkah seseorang, ngomong langsung
aja... Dia tau letak kesalahannya, kita enggak dosa, dan dia bisa memperbaiki
kesalahannya. :)
Maaf kalo ada
kata-kata yang salah, mudah-mudahan bermanfaat ya :"
Mari kita
memperbaiki diri, saling mengingatkan satu sama lain :) Jangan suka nyalahin
orang lain, karena kita belom tentu lebih baik dari mereka.
Kebenaran
datangnya dari Allah, kesalahan datangnya dari saya sendiri...
Mungkin agak
enggak pantes juga saya nulis tulisan ini, sayapun mungkin masih sering ghibah.
Tapi, ijinkan saya saling mengingatkan ya... :)
Syukran katsir,
Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh wamaghfirah
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.