Bismillahirrahmaanirrahiim
"Masih ingat ceritaku tentang hanafubuki?
Hanafubuki itu siklus pada bunga sakura, dimana bunga sakura jatuh berguguran dari tangkainya tempat mereka tumbuh bersama. Membiarkan kelopak-kelopaknya terbawa oleh angin, ataupun aliran sungai. Kita bisa berdiri di bawah bunga berwarna merah jambu itu berguguran yang menyebarkan wanginya yang semerbak. Kalo orang mengatakan momen terbaik pada musim semi di Jepang adalah saat bunga sakura bermekaran, menurutku sebaliknya."
Memasuki masa-masa sekarang, haha. Aku hampir lupa pada mimpi kita (aku sih sebenarnya), aku ingin sekali melihat hanafubuki bersamamu, waktu itu aku mengatakan suatu hari kita harus bisa bersekolah disana.
Aku bahkan hampir ingin mengubah arah kaki ini melangkah. Aku, kamu, dan beberapa orang tahu, aku tak menyangka akan memilih jalan yang sekarang kita tempuh, bersama, hem... hampir bersama. Aku merasa pilihanku mungkin salah dan aku tidak seharusnya berada disini bersamamu.
Katakan saja aku mudah menyerah dengan pikiranku itu, mungkin tidak juga. Aku hanya merasa belum terlambat mengubah arah angin (?)
Aku hampir melakukan itu.
Namun di penghujung malam ini aku tiba-tiba saja melihat sebuah foto masa laluku beberapa tahun lalu di Kyoto, Jepang. Tersenyum pada kamera dengan rambut panjang yang tertiup angin musim dingin. Sendirian, berlatar kuil besar bernama Sanjusangendo.
Yang kuingat, sepulang perjalanan dari Jepang yang hanya untuk travelling itu aku berkata padamu "Ayo nanti kita S2 disana! Kita harus liat hanafubuki disana sama-sama...". Begitu antusias karena aku begitu takjub melihat sebuah negara maju, tertib dan disiplin tingkat tinggi, dan penduduknya yang begitu ramah. Kau hanya tertawa dan berkata Aamiin, sambil berjalan di koridor lantai 2 sekolah kita.
Kau-- mungkin hanya menganggap ucapanku pada saat itu hanyalah mimpi tanpa arti, karena akupun dulu tidak benar-benar memaknai ucapanku. Atau bahkan kau tidak pernah ingat ada momen itu di hidup kita.
Tapi aku tidak menyangka, pada malam ini ucapanku itu tiba-tiba terngiang di kepalaku.
Aku ingat sekali saat nilai UNku waktu itu "mengkhawatirkan" untuk lulus ujian tulis SBMPTN, mimpi kita untuk bersekolah di FK UGM seolah membuatku lupa pada nilai UN saat itu, aku kembali bertekad dan berusaha mewujudkan mimpi itu, aku tetap belajar giat untuk SBMPTN. Walaupun memang tidak tercapai, but He gave us a better plan- the best plan. Alhamdulillah, Allah membiarkan mimpi itu terwujud disini, di tempat yang tidak kalah baik dari tempat yang diharapkan sebelumnya. Dan tak kusangka, bersamamu, lagi.
"Ayo nanti kita S2 disana! Kita harus liat hanafubuki disana sama-sama...".
Aku tak pernah menyangka suatu kata-kata, harapan, dan mimpi... Akan memberikan dampak yang begitu besar.
Malam ini aku tahu untuk apa aku bergerak. Tidak pernah aku sesemangat ini "memperbaiki" sesuatu, Aku sadar merubah arah, belum tentu membuatku lebih baik. Yang terbaik untuk kulakukan adalah "memperbaikinya", sebagai rasa syukurku atas nikmatNya yang telah diberikan. Ribuan orang menginginkan tempatku berpijak. Jatuh sedikit, masa aku mau langsung berbalik arah?! Sungguh tindakan yang tidak bersyukur dan mudah menyerah.
Aku juga akan menggunakan waktu luangku untuk belajar Bahasa Jepang, hahaha. Andai sewaktu SMA aku bisa sesemangat ini, mungkin nilai kita akan sama baik. Nggak akan langganan remidi UAS maupun ulangan harian.
Dan sebenarnya, aku gak nyangka, kita memang benar-benar butuh alasan dan sandaran untuk tetap bertahan dan merasa hidup. Karena ternyata, berdiri kokoh sendirian itu tidak memberikan kita "kehidupan". Kita butuh Tuhan, mimpi, tekad dan kerja keras, doa, dan juga cinta dari orang-orang yang menyayangi kita. Karena dengan semua itu, mudah-mudahan kita selalu menemukan jalan disaat kerikil-kerikil menghampiri parjalanan hidup kita.
Aku kembali melihat apa yang kupunya untuk bertahan dan melanjutkan semuanya.
Ada Allah, Tuhan yang Maha Esa yang menyayangiku lebih dari siapapun. Merancang jalan terbaik untuk hidupku walau Ia beri beberapa ujian. Namun kuyakin ada makna dibalik semuanya. Ia ingin aku tumbuh lebih dewasa, lebih tangguh dalam berusaha, dan lebih dekat denganNya. Aku akan selalu percaya.
Ada keluarga yang begitu baik, ramai, dan selalu peduli. Ada orang-orang yang sangat tulus menyayangiku. Dan saat itu juga aku tau ada orang-orang yang begitu berharap padaku untuk mewujudkan harapan besar mereka, melihatku menjadi Dokter sukses, baik dunia maupun akhirat.
Dan aku, selalu menemukanmu didepan gerbang kost hahaha. Orang tersabar yang selalu peduli akan jam makanku, selalu sabar akan debatku mengenai perkuliahan, dan orang seperantauan yang selalu membuatku merasa bahwa aku tidak sendiri. Manusia gembul yang entah bagaimana bisa meredam kepanikan menjelang OSCE menjadi senyum ketenangan.
Dan darimu. Ucapan tanpa artiku dulu, entah bagaimana mengembalikan energi untuk terus berada disini, tempat dimana kita akan membuat mimpi dan harapan itu menjadi nyata.
Aku punya mimpi.
Dan setelah dicek, berarti aku punya semuanya untuk tetap disini.
Now,
I know what to do after rewinding my memories,
I'll always dream, hope, pray, and try my best to make it true.
Standing there under hanafubuki, together with someone that I love...
InsyaAllah, We'll be there. May Allah guide and let us to make our dreams come true.
Aamiin.